Baru Berita

YAYASAN JAMIATUL MAQ’DIS MENCIPTAKAN PETANI MILLENIAL bersama PASKIBRA KABUPATEN CIANJUR (PKC).

4
(12)

CIANJUR – Dalam masa Pandemi Covid-19 ini yang melanda mengganggu tatanan perekonomian sehingga sebagian besar sektor lapangan usaha mengalami dampak negatif terutama pertanian.

YAYASAN JAMIATUL MAQ’DIS melaksanakan penanaman bibit jagung hibrida, pohon sangon (jengjen),talas prima dalam rangka melaksanakan program pertanian bekerjasama dengan Paskibra Kabupaten Cianjur (PKC) untuk munuju petani millenial yang handal yang di hadiri oleh Pembina, Ketua Yayasan, Ketua PKC juga NGO bidang pertanian serta rekan rekan PKC, Rabu/14 April 2021.

Pandemi covid-19 telah membuat sebagian besar sektor lapangan usaha mengalami kontraksi ekonomi, hampir seluruh sektor terdampak, tetapi masih ada sektor ekonomi yang mencatatkan kinerja pertumbuhan positif selama pandemi berlangsung, Salah satu sektor tersebut adalah pertanian. 

Kaum muda menganggap petani bukan merupakan suatu pekerjaan yang keren oleh karena itu YAYASAN JAMIATUL MAQ’DIS bekerja sama dengan Paskibra Kabupaten Cianjur (PKC) untuk menciptakan pemuda petani millenial di jaman digital.

Dengan melibatkan pemuda ataw pelajar ini, Yayasan Jamiatul Maq’dis bersama Paskibra Kabupaten Cianjur menciptakan lahan pekerjaan ataw pengembangan untuk para pelajar di bidang pertanian seperti siang ini seremonial penanaman pohon sengon, jagung hibrida, talas prima di lokasi lahan Yayasan seluas 10 Hektar yang dikelola 5 Hektar dan siap tanam 2-3 Hektar di Kampung Tegal Panjang Desa Mekarjaya Kecamatan Mande kabupaten Cianjur.

Untuk itu yang dilibatkan anak anak paskibra ini tidak hanya di bidang pertanian saja tetapi mereka juga belajar cara untuk memasarkan hasil tani dan berwirausaha serta ilmu management, bilamana nanti mereka lulus sekolah sudah siap untuk bekerja di lapangan maupun perkantoran sudah menjadi pemuda millenial di jaman digital.

Hadirnya generasi milenial ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian kita.
Generasi milenial merupakan generasi yang memiliki semangat dan daya kreativitas tinggi. Kesehariannya yang dekat dengan teknologi juga menjadi kelebihan dibandingkan petani-petani generasi sebelumnya. Dengan demikian, tidak jarang banyak petani milenial yang mampu mengembangkan, berinovasi, hingga akhirnya meraih kesuksesan dari usaha ini.

Sementara itu, untuk legenerasi petani millenial Paskibra Kabupaten Cianjur tidak hanya berlatih baris berbaris tetapi di pendidikan, kebudayaan, sosial, kesehatan serta berbasis industri yang dimana nantinya akan berkembang sukses bersama YAYASAN JAMIATUL MAQ’DIS dan amanah, pungkas ketua Yayasan/M. Yuki Tuki Yudhin dan Ketua PKC/Endang Sopiandi. ( Diana )

Seberapa bermanfaatnya berita ini?

Klik bintang untuk memberi nilai

Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 12

Belum ada nilai! Jadilah yang pertama!

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close